Pabrik Narogong

    Pada tahun 2010 salah satu Ijin Usaha Pertambangan (IUP) pasir kuarsa di daerah Cibadak Kab. Sukabumi yang dimiliki oleh PT SBI pabrik Narogong tidak diperpanjang kembali masa berlakunya. Lahan seluas kurang lebih 76 ha bekas penambangan pasir kuarsa tersebut kemudian didesain dan direncanakan sebagai Hutan Pendidikan dan Pertanian Terintegrasi Cibadak (Cibadak Educational Forest and Integrated Farming). Revegatasi dan rehabilitasi lahan di area paska tambang Cibadak dimulai dengan disetujuinya dokumen Rencana Penutupan Tambang pada tahun 2011. Area lahan yang tadinya berupa lahan kosong dengan batuan ‘boulder’ sisa penambangan di mana-mana, ditata dan ditanami berbagai jenis pepohonan. Penanaman pohon dilaksanakan secara bertahap dengan jumlah total sebanyak kurang lebih 38.000 pohon dan 28 jenis tanaman keras sampai dengan tahun 2014. Dari 28 jenis pohon tersebut terdapat 6 jenis diantaranya yang menjadi fokus perhatian untuk perlindungan berdasarkan daftar merah IUCN (IUCN Redlist), yaitu: Agathis (Agathis damara), Khaya (Khaya anthotheca) dan Eucalyptus Rainbow (Eucalyptus deglupta) yang berstatus rentan (Vulnerable) serta Mahoni daun kecil (Swietenia mahagoni), Meranti (Shorea leprosula) dan Merbau (Intsia bijuga) yang masuk kategori hampir terancam (Near Threatened). 

    Area Pasca Tambang di Cibadak, Jawa Barat

    Keenam jenis tanaman yang menjadi fokus perlindungan tersebut dapat tumbuh dan bertahan hidup dengan baik di area Cibadak. Jumlah keseluruhan keenam jenis sampai dengan tahun 2020 adalah sebanyak 1572 pohon dengan jumlah Agathis sebanyak 135 pohon, Khaya sebanyak 75 pohon, Ecalyptus rainbow sebanyak 423 pohon, Mahoni daun kecil sebanyak 522 pohon, Meranti sebanyak 277 pohon dan Merbau sebanyak 140 pohon. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan awal penanaman tahun 2014 yaitu sebanyak 1044 pohon dan sedikit menurun bila dibandingkan tahun 2016 yaitu sebanyak 1795 pohon.

    Selain ditumbuhi berbagai jenis pohon, di area lahan paska tambang Cibadak juga sudah menjadi tempat hidup bagi berbagai jenis fauna, Berbagai jenis fauna yang ditemukan diantaranya 4 jenis mamalia, yaitu: Babi hutan, Tupai kekes, Bajing kelapa dan Nighi jawa. Selain keempat jenis mamalia tersebut, dapat dijumpai 12 jenis burung dan 8 jenis reptile dan amphibi.

    Grafik jumlah jenis pohon yang menjadi fokus perlindungan di area paska tambang Cibadak
    Grafik jumlah pohon dilindungi yang tumbuh di area paska tambang Cibadak