Pabrik Lhoknga

    PT Solusi Bangun Andalas (pabrik Lhoknga) mendedikasikan area konservasi baik di area tambang batu gamping yaitu sekitar 35 ha maupun di area tambang siltstone yaitu sekitar 16,75 ha. Pada area bekas tambang yang dijadikan area konservasi ditanami berbagai jenis tanaman seperti Cemara (Casuarina equisetifolia), pulai (Alstonia scholaris), trembesi (Samanea saman), sengon (Albizia chinensis), mahoni daun kecil (Swietenia mahagoni) dan jati (Tectona grandis). Dua diantara jenis yang ditanam termasuk ke dalam jenis dilindungi dan endemik, yaitu mahoni daun kecil  termasuk kategori vulnerable berdasarkan daftar merah IUCN (redlist IUCN) dan pulai yang merupakan jenis endemik.

    Area konservasi pada lahan bekas 

    Grafik indeks keanekaragaman hayati flora di area konservasi PT SBA

    Penilaian terhadap kondisi keanekaragaman hayati di PT SBA dilakukan pada tahun 2010 oleh WWF Indonesia kemudian tahun 2015 oleh PT Hatfield Indonesia dan terakhir pada tahun 2020 oleh PT Jasa Mitra Kreasi melalui survey menggunakan camera trap. Hasil penilaian keanekaragaman hayati di PT SBA dijumpai berbagai fauna penting diantaranya: Beruk (Macaca nemestrina) yang termasuk kategori vulnerable pada daftar merah IUCN, Anjing hutan sumatera (Cuon alpinus sumatrensis) yang masuk kategori endangered serta Trenggiling (Manis javanica) dan Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masuk dalam kategori critically endangered.  Dari hasil penilaian keanekaragaman hayati tersebut, disusun rencana pengelolaan keanekaragaman hayati di area PT SBA.

    Salah satu jenis satwa yang ada di area konservasi