Pabrik Lhoknga

    PT Solusi Bangun Andalas (pabrik Lhoknga) mendedikasikan area konservasi baik di area tambang batu gamping yaitu sekitar 35 ha maupun di area tambang siltstone  sekitar 16,75 ha. Pada area bekas tambang yang dijadikan area konservasi ditanami berbagai jenis tanaman seperti Cemara (Casuarina equisetifolia), pulai (Alstonia scholaris), trembesi (Samanea saman), sengon (Albizia chinensis), mahoni daun kecil (Swietenia mahagoni) dan jati (Tectona grandis). Jenis mahoni daun kecil termasuk ke dalam kategori Near Threatened atau hampir terancam berdasarkan daftar merah IUCN (redlist IUCN) sedangkan pulai merupakan jenis endemik daerah batu gamping. Setiap tahun dilakukan penanaman berbagai jenis tanaman sehingga terjadi peningkatan jumlah tanaman hidup dan luas area bervegetasi. 

    Grafik jumlah tanaman di area pabrik Lhoknga (SBA)
    Note: * sampai dengan bulan Juni 2022
    Grafik indeks keanekaragaman hayati flora di area konservasi PT SBA
    Note: * sampai dengan bulan Juni 2022

    Pada tahun 2020 dilakukan pemantauan keanekaragaman satwa melalui survey menggunakan camera trap oleh PT Kyara Lestari. Pemasangan camera trap menemukan hasil tangkapan gambar individu satwa lebih banyak dibandingkan dengan metode lain yang dilakukan sebelumnya karena satwa yang hidup berkelompok dengan jumlah besar dapat dihitung berdasarkan gambar yang tertangkap. Beberapa satwa yang hidup berkelompok dengan jumlah individu yang besar diantaranya Beruk (Macaca nemestrina) dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang termasuk kategori vulnerable pada daftar merah IUCN.  Tikus pohon ekor panjang (Niviventer rapit) dan landak butun (Hystrix crasispinis) terpantau dengan jumlah individu yang cukup sering berikutnya. Sementara satwa terrestrial lainnya yang ditemukan lebih cenderung hidup soliter atau menyendiri seperti Anjing hutan sumatera (Cuon alpinus sumatrensis) yang masuk kategori endangered serta Trenggiling (Manis javanica) dan Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masuk dalam kategori critically endangered.  Hasil temuan survey satwa pada tahun berbeda dapat dilihat pada grafik jumlah individu satwa saat pemantauan.

    Dari hasil penilaian keanekaragaman hayati tersebut, disusun rencana pengelolaan keanekaragaman hayati di area PT SBA dengan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan terkait seperti masyarakat dan BKSDA.

    Grafik jumlah individu yang ditemukan pada saat pemantauan satwa di area PT SBA
    Note: * tahun 2022 belum dilakukan pemantauan

    Gambar. Hasil tangkapan video satwa yang tertangkap oleh camera trap