Laporan Direksi
Tahun 2025 ditandai oleh ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan industri semen nasional. Pelemahan daya beli, penurunan proyek infrastruktur, serta cuaca ekstrem menekan volume produksi semen nasional menjadi 64,7 juta ton, turun 4,5% dari 2024, dan penjualan domestik turun 1,5%. Di tengah kondisi tersebut, Solusi Bangun Indonesia menjalankan transformasi bisnis bersama SIG untuk menjaga fundamental, profitabilitas, dan keberlanjutan usaha.
Perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid sebesar 5,39% pada 2025, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, sektor manufaktur, perdagangan, serta pembangunan infrastruktur. Direksi memandang kondisi tersebut tetap membuka peluang pertumbuhan bagi Perseroan melalui efisiensi, perluasan pasar, inovasi produk, dan penguatan tata kelola.

Kinerja Perseroan 2025
Perseroan membukukan pendapatan Rp10,74 triliun pada 2025, setara 91,16% dari target, serta laba tahun berjalan Rp658,74 miliar atau 100,60% dari target. EBITDA mencapai Rp1,87 triliun, sementara beban keuangan turun 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset tercatat Rp20,38 triliun, liabilitas Rp7,17 triliun, dan ekuitas Rp13,20 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang sehat dan kuat.
Total produksi semen mencapai 10,31 juta ton dan penjualan semen serta terak sebesar 12,13 juta ton, yang menyumbang 90,56% dari total pendapatan. Produksi beton siap pakai tercatat 1,05 juta m3 dengan pendapatan Rp0,85 triliun. Volume produksi agregat meningkat 57,14% menjadi 1,76 juta ton dengan pendapatan Rp127,86 miliar.
Dari sisi operasional, Perseroan menurunkan COGM per ton sebesar 4%, mencapai utilisasi kiln 84,8%. Optimalisasi empat pabrik semen terintegrasi, fasilitas beton siap pakai, tambang agregat, terminal distribusi dan pengantongan, serta fasilitas pengelolaan limbah berkelanjutan mendukung pencapaian cost-to-serve terbaik.
Inisiatif keberlanjutan yang dilakukan Perseroan sepanjang 2025 mencatat Thermal Substitution Rate sebesar 15,11% dan intensitas emisi 567 kg CO2 per ton semen ekivalen. Nathabumi memanfaatkan 830.572 MT limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif. Instalasi panel surya berkapasitas 6,39 MWp mendukung Pabrik Tuban, sementara tambahan 2 MWp disiapkan untuk Pabrik Narogong.
Inisiatif Strategi Bisnis
Direksi menjalankan enam inisiatif utama: operational excellence; sustainability-driven growth; leverage innovation & digital transformation; market adaptability & expansion; cultivate agile talent & leadership, dan governance management. Inisiatif ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, resiliensi, dan daya saing Perseroan dalam industri yang kompetitif.
Perseroan juga mengembangkan Integrated Corporate Performance Dashboard, AI-based analytics, dan digital analytics platform untuk mendukung pemantauan kinerja secara terintegrasi dan real-time. Bersama Taiheiyo Cement Corporation, Perseroan mengembangkan soil stabilizer, sekaligus menyiapkan perluasan pasar ekspor melalui pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban.
Prospek dan Inovasi Dalam Menghadapi Tantangan Bisnis
Perseroan melihat peluang dari program pemerintah, termasuk pembangunan 3 juta rumah, pengembangan IKN, Koperasi Desa Merah Putih, Rumah Rakyat, serta alokasi APBN 2026 untuk infrastruktur. ASPERSSI memperkirakan industri semen dapat tumbuh 1%-2% pada 2026 apabila program tersebut terealisasi, dengan potensi tambahan permintaan hingga 6,7 juta ton semen.
Melalui sinergi dengan SIG dan Taiheiyo, fasilitas ekspor di Tuban ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun. Perseroan juga memperluas inovasi solusi bahan bangunan melalui DekoCrete, ThruCrete, dan SpeedCrete, serta mendorong bauran portofolio ke produk bernilai tambah dan lebih ramah lingkungan.
Penerapan Prinsip GCG Pada Tiap Operasi Usaha
Direksi memastikan penerapan tata kelola berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran, selaras dengan peraturan yang berlaku. Penguatan dilakukan melalui manajemen risiko, kepatuhan regulasi, penyelesaian isu legal, dan sistem pengendalian internal.
Penilaian tata kelola oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship pada 2025 menghasilkan skor 94,59 dengan interpretasi Very Good, meningkat dari 89,73 pada 2024. Perseroan juga memperoleh skor Risk Maturity Index 2,7 pada fase Emerging+, yang menunjukkan tingkat kematangan pengelolaan risiko yang baik.
Komposisi Direksi
Apresiasi
Laporan Dewan Komisaris
Temukan laporan terkait akuntabilitas dan pengawasan atas operasional perusahaan
yang disampaikan oleh Dewan Komisaris disini.
