Jakarta, 14 Oktober 2026 – Kualitas keterbukaan informasi menjadi salah satu tolok ukur penting tata kelola perusahaan publik. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk meraih penghargaan Best Disclosure and Transparency dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026, sekaligus masuk dalam daftar Top 50 Mid Capitalization Public Listed Company 2026 berdasarkan penilaian Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).

Penghargaan yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada 12 Oktober 2026 ini menjadi pengakuan atas praktik keterbukaan dan transparansi Perseroan sebagai perusahaan tercatat. Penilaian dilakukan menggunakan ASEAN Corporate Governance Scorecard, yang menjadi acuan evaluasi praktik tata kelola perusahaan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Solusi Bangun Indonesia, Asruddin, mengatakan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian mendasar dari tanggung jawab perusahaan publik kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

“Bagi kami, keterbukaan informasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban sebagai perusahaan terbuka, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk membangun kepercayaan pemangku kepentingan. Karena itu, kami terus berupaya memastikan informasi yang disampaikan relevan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Asruddin.

Menurutnya, praktik tata kelola yang baik perlu tercermin dalam proses bisnis sehari-hari, mulai dari kualitas pelaporan dan pengelolaan risiko hingga penguatan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan menjaga kualitas pengelolaan perusahaan di tengah dinamika industri bahan bangunan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, IICD memberikan penghargaan kepada 35 emiten, terdiri atas 20 perusahaan berkapitalisasi pasar besar (BigCap) dan 15 perusahaan berkapitalisasi pasar menengah (MidCap).

Asruddin menambahkan, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Perseroan untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

“Kepercayaan pemangku kepentingan dibangun melalui konsistensi dalam menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan risiko yang bertanggung jawab. Kami akan terus melakukan perbaikan agar tata kelola dapat mendukung daya saing serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Asruddin.

Klik tautan berikut untuk mengunduh siaran pers & foto